Selasa, 24 Maret 2015

Jalan-jalan " REFRESING DAN KENALAN SAMA DURIAN MERAH BANYUWANGI"

Kebun Bibit Milik Pak Eko
Kala itu senja mulai datang, kami = mz Syaiful, Bu rus dan saya sendiri= " bersiap memulai perjalanan menuju sebuah tempat di ujung barat pulau jawa; ya .. tepatnya di kab. banyuwangi, kami berangkat dari malang pukul 8 malam, sebuah tas ransel kami bawa masing-masing, salah satu tas memang lebih besar muatanya meski kami membawa jumlah pakaian yang sama,. tas itu lebih besar karena kami membawa pengaris, alat ukur meteran, pH meter, Klino meter dan kamera.. m{ mmmm mau jalan-jalan apa nguli bangunan sih= } and the answer is... we would like to red king fruit plant and environment identification,.. {macak kem inggris},.. tepat pukul 5.30 kami sampai di hotel dan kami bersih diri sampai dengan jam 8, lantas sarapan dan bersiap dengan peralatan kami. Tak lama pak eko menjemput kami, kira-kira jam 9 kami menuju lokasi.. wait!!! kami mampir dulu ke kebun bibit pak eko, emmm.. mantab..
mz saifull,, buah naganya mantab..

kami di suguhi es durian dan menikmati manisnya jeruk hangat...tak lupa foto2 dengan buah naga dan tanaman di kebun bibit. Semakin siang jam 10 lebih kami menuju lokasi.., ngeeeeeeng""" sampai kami kelokasi ::: " kemana pak eko ini ? saya bertanya, kita ke pak serat dulu" jawab pak eko. kamipun turun dan menuju lokasi
Rumah pemangku desa setempat
gooooo!!! kami memulai aksi dengan menurunkan barang bawaan, mengambil peralatan kami + alat cangkul pisau dari pak eko untuk kelancaran kegiatan. kami menelusuri pekarangan dan kemudian tampak sebuah pohon durian yang kokok, di hadapan kami dengan lokasi yang agak curam di tepian sungai. ohh.. tampak gagah pohon durian berusia 100 tahun,.. durian Serat = kata dari pemilik pohon pak serat,.,. " durian ini waktu saya kecil sudah sebesar ini= so kl pak serat usianya sekitar 80 an tahun, maka kira-kira usia pohonya 100 itu tadi lah"..
F1 Serat

mulai foto-foto daunya
seklumit kisah perjalanan identifikasi durian merah, kalau pengen lengkap gak bisa} " selain bulan itu durian merah selesai berbuah jadi sudah tidak bisa di nikmati..bersambung lagi yaa... oh iya kita identifikasi dan analisis tanah juga lho... penasaran.. ??? jawabnya ada di Pak Lutfi bansir beliau yang saya kirimkan analisis tanahnya, dia merah karena genetis atau lingkungan?? heeemmm

Senin, 23 Maret 2015

"ADU DURIAN" = KONTES DURIAN NGANTANG. KAB. MALANG

Kontes Durian ini diadakan dalam rangka bina desa oleh Rendra Kresna ( Bupati Kab. Malang) pada tanggal 18 Maret 2015. Kontes durian unggul lokal tersebut di selengarakan di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang. Ada lima kecamatan yang ikut kontes, Ngantang, Kasembon, Tajinan, Dampit dan Tirtoyudo. Kontes tersebut diselengarakan dengan cukup meriah, sehingga masyarakat bisa masuk arena kontes " (sampai2 menggangu juri)..
untuk peserta kontes menurut informasi ada 49 perserta, jurinya sendiri dari berbagai institusi di Malang maupun Lingkup Provinsi Jawa Timur. 
Kasihan Pak Wakil Bupati Ndak pernah Nebeng di Foto x mestinya Bupati dan Wakil Bupati ;;;


Durian yang di sajikan untuk pengunjung

Durian lokal Siap Makan
Kontes itu, ada lima aspek yang dinilai oleh juri, diantaranya, penampilan luar mulai bobot buah, bentuk buah dan warna kulit. Kemudian, penampilan dalam meliputi tekstur daging buah, serat daging hingga warna. Biji atau pongge, pun menjadi bahan penilaian karena menyangkut ketebalan atau edible portion. Selanjutnya, dari rasa yakni tingkat kemanisan dan keunikan buah durian juga memiliki nilai, namun demikian perlu di tekankan bagaimana juri juga merasakan secara utuh. Sehingga tahu betul kualitas rasa buah durian. 

Minggu, 15 Maret 2015

KRISIS benar? atau benar-benar KRISIS

Mengambil tulisan orang: Bagus juga ya... tulisan bersumber dari Paskomnas Indonesia 



PASKOMNAS - Kobis. Awal Juni lalu, Kobis dari China masuk pasar induk di Jakarta dan Tangerang menyusul “temannya” si Bawang Putih, wortel, Jeruk Pongkam, Apel, Peer dan lainnya yang sudah mapan dipasar Indonesia. Seperti komoditi pendahulunya, kobis krop China masuk dengan penampilan cantik dan harga yang lebih murah dari Kobis krop Pengalengan, Dieng, Bromo atau Brastagi.
Tentu saja dalam waktu sekejab kobis import itu habis dan pembeli grosir berharap kobis yang dibungkus tissue itu datang lagi, sokor tiap hari, karena kobis merupakan makanan harian masyarakat. Benar, kobis memang salah satu jenis sayur banyak dikonsumsi rakyat hingga selebriti sehari-hari.Cepat habisnya kobis China dipasar itu penyebabnya jelas, yaitu karena mutu barangnya lebih baik dari kobis domestik dan harganya lebih murah. Waktu itu harga jual kobis Pengalengan dan Dieng dipasar induk Tanahtinggi – Tangerang Rp2.200,-, kobis Medan Rp3.000,- dan kobis China hanya dijual Rp1.800,-/kg. Ada dua hal yang menarik dari masuknya kobis China ke Indonesia itu.Pertama, Semua orang terkagum dengan harga kobis China itu sambil bertanya-tanya antar teman ngobrol dipasar.Perjalanan kobis dari China ke Jakarta memakan waktu hampir enam hari, tentu biayanya lebih mahal dibanding dari Medan ke Jakarta.Setelah dikurangi ongkos angkut, biaya kemasan, laba pedagang, bea masuk Indonesia dan laba petani, berapa harga pokok kobis itu dari petani di China sana. Kedua, apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap masuknya kobis murah tersebut kenegara kita. Tidah ada yang mampu menjawabnya.Semua menerawang dengan bayangannya sendiri, termasuk para pemasok kobis dari Dieng dan Medan yang mebayangkan, sampai kapan mereka masih dapat memasok kobis kepasar induk kalau barang import murah itu masuk terus.Sementara saya berfikir, inilah awal dari “habisnya usaha agribisnis Nusantara”.Nanti orang Dieng, Pengalengan dan lainnya dinegri kita tetap menanam kobis, tetapi hanya untuk dimakan sendiri – pertanian subsisten.Perlu diketahui, produksi Kobis nasional kita saat ini 1,487 juta ton/tahun dan kebutuhan konsumen 1,368 juta ton/tahun. Kita surplus, tetapi ada import, kasusnya sama dengan Bawang Merah dan Cabe atau Kentang.
Porang.Sedikit orang yang mengenal tanaman Porang (Amorphopallus oncophillus) atau Suweg (Jawa), karena tanaman “lantai hutan” ini termasuk inferior didunia pangan.Hanya orang miskin dan tentara yang terjebak dihutan yang selama ini makan umbi Porang sebagai sumber karbohidrat.Tetapi sebenarnya bukan sebagai bahan pangan saja, Porang juga berguna sebagai bahan obat, bahan lem, felem, perekat tablet,pembungkus kapsul hingga sebagai penguat kertas.
Namun akhir-akhir ini Porang mulai banyak dibicarakan para pelaku bisnis karena peluang pasar eksportnya yang semakin besar.Jepang merupakan Negara yang banyak meminta tepung Porang.Disinilah pelajarannya. Berdasarkan keterangan Anis, seorang pengusaha tepung Porang dari Surabaya, tepung Porang dari Indonesia “pasti” akan sulit unttuk menembus pasar di Jepang karena bea masuknya kenegara Sakura itu sebesar 200% !!. Sementara itu dari Myanmar yang juga penghasil tepung Porang, untuk masuk ke Jepang tidak dikenakan bea masuk alias bea masuk 0%. Saya lalu memberi perkiraan kepada Anis, mungkin karena mutu tepung Porang kita kalah bagus atau tidak kontinyunya pasokan, ternyata bukan. Mutu tepung Porang kita sama bagusnya dengan yang dihasilkan Myanmar. Alasan yang dipakai Jepang memberi keistemewaan dengan bea masuk 0% karena Jepang ingin menolong masyarakat petani Myanmar yang rata-rata masih lebih miskindibanding petani Indonesia. Inilah alasan “emosional” yang kadang tidak rasional.Tetapi yang menarik bukan Jepang dan alasan emosionalnya memberi bea masuk yang berbeda.
Apahubungan antara Kobis dan tepung Porang ini, kok ditulis bersama. Ini hasil kami dan Anis lalu “ngudo roso” (Jawa) atau “gendu-gendu rasa” (Banyumas) atau ngerumpi. Indonesia itu kan sama-sama punya pemerintahan seperti Jepang. Kenapa Jepang bisa mengatur besarnya bea masuk atas barang import kenegaranya begitu “sesuka”nya. Ada yang diberi bea masuk 0% seperti kepada Myanmar – namun ada yang diberi bea masuk 200% seperti kepada Indonesia untuk barang sama. Karena itu, tepung Porang dari Indonesia akan “terhambat” masuk ke Jepang. Dengan begitu harga tepun Porang di Jepang terkendali.Karena kalau nekad masuk ke Jepang tepung Porang Indonesia harganya menjadi tinggi dan kalah bersaing dengan tepung Porang-nya Myanmar.Atau kalau diberi bea masuk sama rendahnya, nanti harga tepung Porang di Jepang turun, petani Myanmar yang miskin rugi. Jepang mengatur begitu, bukan untuk melindungi petaninya, tetaapi untuk melindungi petani miskin Negara lain. 
Dengan alasan yang berbeda dengan Jepang, dalam rangka melindungi produk petani dalam negri, mestinya Indonesia bisa seperti Jepang dalam mengenakan bea masuk produk pangan import itu. Misalnya Kobis, wortel, bawang merah, atau buah apapun yang masuk Indonesia diberi bea masuk yang tinggi, sehingga produk petani sendiri terlindungi. Mengapa kita tidak bisa seperti Jepang ?...
Industry kreatif.Ada cerita menarik walau menyedihkan.Saya punya tetangga namanya Pak Budi, seorang pengusaha meubel ukir.Awal tahun 2000-an, usaha Pak Budi yang pabriknya di Solo itu dimulai dan semakin membesar, karena sebagian besar produknya dieksport ke Amerika dan Eropa.Karena keberhasilan itu, rumahnya dibangun dua lantai cukup mewah.Mobil truknya banyak, mobil keluarganya juga klas menengah.Anaknya sekolah diuniversitas yang mahal biayanya.Namun yang lebih baik lagi, amal sedekahnya untuk warga sekitar dan kampungnya juga besar.Semua tetangga mendoakan agar usaha Pak Budi semakin baik.
Namun beberapa tahun terakhir ini, usaha Pak Budi mulai menurun.Pak Budi mengeluh karena kalah bersaing dengan China.Sekarang, China memproduksi meubel ukir dengan desain mirip dengan meubel Indonesia, tetapi mutunya – presisinya – lebih baik dan harga jualnya ke Amerika dan ke Eropa lebih murah.Bisa lebih murah, karena para pengukir China menggunakan mesin dalam memproduksi meubel itu.Saya percaya, karena China memang terkenal sebagai perajin dengan produk berkualitas tinggi sejak ribuan tahun lalu.Bukan hanya produk berbahan kayu tetapi juga produk keramiknya. Tetapi yang aneh – atau tidak aneh – jenis kayu yang dipakai oleh perajin meubel ukir China itu sama dengan yang dibuat penrajin Indonesia Pakde, kata Pak Budi. Karena itulah, sekarang usaha Pak Budi itu menjadi “bangkrut”. Pekerja yang dulunya ratusan sudah di PHK, asetnya banyak dijual dan Pak Budi mulai menekuni usaha lain dari sedikit. Kami dan para tetangga menjadi kasihan, orang sebaik Pak Budi terkena dampak apa yang kami tak tahu, sehingga usahanya bangkrut. Saat ngobrol dengan Pak Budi, ternyata bukan hanya dia yang mengalaminya. Banyak pengusaha dari Jepara, yang terkenal sebagai sentra kerajinan ukir, juga mengalami hal yang sama. Bahkan, kawasan pantai utara di Jepara yang dulunya seperti mau menjadi kawasan mewah dengan rumah-rumahnya yang bagus, sekarang menjadi sepi.Menurut beberapa pengusaha, hal itu dapat terjadi karena adanya “illegal logging” dari Indonesia yang mengalir keluar negri, mungkin akhirnya sampai ke China juga. Bahan mentah yang dijual legal saja, akan menyebabkan kita “rugi”, apalagi bahan mentah illegal, tentu ada dua kerugian bagi kita. Berikutnya karena kita lambat dalam berinovasi dalam proses pembuatan ukir. Kita masih sangat tradisional, sementara para pesaing sudah menggunakan teknologi mekanik dalam produksi ukirnya yang presisinya tinggi.
Konklusi.Dari tiga komoditi kobis, porang dan industry ukir sebagai bahan diskursus ditulisan ini, nampaknya memang berjauhan sifatnya. Namun ada benang merah atau prinsip yang sama dalam membangun usaha ekonomi kerakyatan. Pertama, adanya satu format yang sama dalam mengembangkan usaha komoditi, yaitu konsisten terhadap pasar sebagai lokomotifnya. Kedua, berlangsungnya budaya industry dalam proses produksi yang bertektologi – inovatif – efisiensi - kontinyuitas. Ketiga, market ekspansif.Kobis China masuk ke Indonesia, menyusul komoditi hortiultura yang lain,mereka sudah menerapkan ketiga prinsip itu. Ada kolaborasi yang cantik antara pemerintah dan pengusaha dalam menghadapi “perang” bisnis klas dunia yang sudah mereka perkirakan lama sebelumnya. Salah satu yang mereka gunakan adalah data demografi disetiap Negara sebagai basis pasar. Setiap Negara rakyatnya pasti butuh pangan, kobis sebagai salah satu contoh komoditi pangan mereka buat kajian dan divisi khusus sehingga produk mereka menang “perang” dimana-mana .Setelah pangan cukup, masyarakat pasti butuh kesehatan yang mantap, agar mereka dapat makan lebih lama dan makan apapun.Untuk ini Porang sebagai bahan alami yang mendukung kesehatan, mereka (Myanmar) “mainkan” dalam bisnis.Pemerintah Myanmar ikut berperan dalam memasukkan produk Porangnya ke Jepang.Mungkin mereka “tidak malu” untuk mengatakan kalau petani pengusaha Porang itu kondisinya miskin.Kabar terakhir, agaknya China juga mau bermain dibisnis Porang ini dipasar dunia.Setelah pangan cukup dan sehat, masyarakat butuh tempat yang nyaman sekaligus untuk aktualisasi diri dimasyarakat.Meubel ukir merupakan perangkat rumah tangga yang klasik dan bergengsi bagi masyarakat manapun termasuk Amerika.Industry ukir mereka (China) ambil juga sebagai “core business” industry kreatif mereka.
Apakah kita mau mengejar atau menyaingi bisnis mereka dipasar?.Maka harus ada perubahan besar/revolusi secara makro mulai dari mental pengusaha, teknologi hingga kelembagaan usaha yang mampu berhadapan dengan pasar internasional yang besar dan modern.Peran pemerintah sangat besar dalam menciptakan iklim usaha yang baik, dengan konstruksi ekonomi kerakyatan.Para pengusaha yang mampu mengkorporasikan usaha kecil dari takyat harus diberi fasilitas oleh pemerintah agar berkembang.
Indonesia ini akan menjadi kuat kalau semua usaha rakyatnya hidup dan berkembang dan rakyatnya makmur. Semua usaha rakyatnya, bukan usaha beberapa orang rakyat saja.Pertumbuhan ekonomi yang besar (>6%/tahun) hanya akan baik kalau itu didasarkan atas berjalannya usaha kecil yang bergabung dalam korporasi-korporasi rakyat. Petani kobis, petani Porang atau komoditi apapun dapat berproduksi dengan baik dan dapat menjual dengan harga yang layak dan menguntungkan.Para pedagang eksport dapat menjual barangnya keluar negri dengan lancar dan menguntungkan karena ada peran pemerintah.Kekayaan Nusantara tidak dijual keluar negri dalam bentuk bahan baku tetapi dalam bentuk barang jadi yang berteknologi dan bernilai tambah.
Jakarta, 6 Juli 2014. 
Paskomnas Indonesia
(Ditulis untuk menyambut Hari Krida Pertanian 2014).

Rabu, 29 Mei 2013

DURAN ""SEPANJANG MUSIM" MASIH EXSIS DITENGAN KEKOSONGAN STOK BUAH MEWAH INI...

Durian tarum, banu kuning dan banu hijau ialah bebrapa durian yang masih exsis sd musim durian di awal tahun sudah habis... so bagaimna dengan rasa?... jangan jangan .<,.. coba kita wujut durian ini.. Banu kuning  kulit buah hijau kekuningan dengan tangkai yang panjang sekitar 7 cm sedangkan banu hijau warna kulitnya hijau gelap cenderung kusam tangkainya lebih pendek 3-4 cm.. Banu..""""" ekspresi aneh.. g tau nakam duren mz ya?.. (nakam = Makan bahasa walikan malang)
 




Minggu, 21 April 2013

BIBIT DURIAN HASIL TOP WORKING di NGANTANG siap MENGORBIT..

Pak Amat dengan Puluhan Bibit Durian Top Working di Nursery Miliknya

Hasil Top Working Durian Montong dengan Klenting Kuning menjadikan Buah bermacam-macam dalam satu pohonnya
Top working diangap sebagi metode yang mumpuni : cepat dan buahnya berkualitas" Dengan metode seperti ini dalam satu pohon bisa membuahkan bermacam-macam durian dengan umur buah yang berbeda pula/// disisi lain bibit top working cenderung lebih cepat berbuah karena batang bawah yang digunakan sudah besar dan bahkan ada yang sudah berbuah namun kualitas buah rendah..

D Nursery Durian ada Sambungan Terong Unggu dengan Tekokak & Leunca.. JADI Lho,,,

Tekokak (Solanum torvum) & Leunca (Solanum nigrum), keduanya termasuk keluarga terong namun bentuknya mini. Masyarakat sunda mengkonsumsinya sebagai lalap, dimasak dengan oncom/taoco atau sebagai campuran botok. di Nursery pak Amat di Sumberagung berlatar belakang iseng2 beliau menyambung Terong Tekokak dengan Terong Unggu,.. Secara Teori ini bukan hal baru karena masih dalam satu Family sehingga meski beda sepesies masih bisa direkayasa untuk di sambung. sehingga menghasilakn Terong unggu yag berbatang kokok.
Batang Bawah Tekokak Batang atas Terong Unggu


Sambungan yang sudah jadi.. 1 Bulan lg Kita tunggu Terongnya..

CARA TOP WORKING..


Senin, 01 April 2013

Bengkel SEni Diklat... AT Padepokan ASMORO BANGUN

Padepokan Seni topong malangan ASmoro Bangun..

Lg pahat topeng

Macam topong malangan dan namanya...
Malang terkenal dengan topengnya.. salah satu padepokan yang lebih dari 3 generasi sudah menghasilkan topeng ialah padepokan sanggar seni asmoro bangun di kab. malang tepatnya di kec. paskis aji.. 10 km dr kota malang... di pimpin seniman dengan nama tri handoyo sampai generasi ke 3 topeng malangan masih eksis...
Bengkel seni FP-UB sudah 3 tahun berkarya.. dengan kepengurusan yg baru diharapkan dapat membawa mahasiswa FP lebih mampu berkarya atas "dirinya' minimal itu bro..]]] jd gak salah panitia up garading memilih tempat ini -?dan materi dilakukan di padepokan ini harapanya muncul generasi yang mampu mengembangkan seni sampai berratus tahun..seperti padepokan ini.. semangatnya boleh dicontoh>>>>Cayo!

DURIAN KLAWU MALANG

Klawu Malang
tebal daging buah 1-1,5 cm... Ngentong bro"''
rasa Legi pahit,, mansi agak pahit pahit 20% tekstur cream lembut
warna Klawu.. putih kekuningan agak pucat...
berat 1-2 kg

DURIAN LEGI PAHIT VODKA

Durian VODKA
Profile : berat 1,5-2,5 kg
rasa : manis pahit
warna daging putih kuning pucat...
ketebalan daging 0.5-1 cm

DRC ...' DURIAN DAN MASYARAKAT NGANTANG DAN KASEMBON

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia" ialah bunyi pancasila tepatnya sila ke 5...terus?.. kita lg sedang bicara bagaimana masyarakat mampu berdaya kl gk pernah diajarkan cara berdaya... singkat cerita kalimat diawal menjadi sulit tercapai apabila lingkungan semakin menindas mereka'' yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.... DRC dengan segala upaya mencoba menempatkan ilmu diatas kekayaan duniawi.. kekayaan atas ilmu menjadi senjata untuk mereka yang 'nasibnya g sebagus para anggota dewan.. etc... ilmu menjadi senjata untuk mereka berkarya dan mengembangkan atas diri dan kelompoknya...- biar ga terlalu muluk-muluk DRC sudah dan akan terus menebar ilmu2 lapang cara mengembangkan durian... di wilayah ngantang dan kasembon kab. malang.. sudah banyak petani yang dengan kritis dan cerdas memaparkan kepada penulis bagaimana mereka berstategi dan bersiasat agar usaha dagang durian mereka laku....namun sebatas pada 'pokok payu..'laku'.. Kesinambungan NO..????.. selama kurang lebih 5 tahun terakhir.. DRC bersama sang maestro durian dan buah tropis.. Dr. Lutfi bansir dan Prof. Sumeru Ashari terus berkarya menyampaikan ilmu-ilmu yang dapat digunakan untuk petani meningkatkan kesejahteraan. Aspek kelembagaan dilakukan dengan membangun kelompok tani dan penggiat durian diedukasi pentingnya membangun komunikasi antar petani durian agar keberlanjutan tetap terbangun... Durian yang dulu buah liar tanpa kelola dan budidaya yang tepat, sekarang berangur-angsur petani memahami bahwa Durian Ialah Tanaman yang mampu mensejahterakan mereka.. Mimpi Kami di DRC bersama para maestro durian di kampus; Kalau Ada Durian Enak' harganya pasti mahal.. kenapa petani gak nanam durian mahal saja??? .. "konsepsinya bagaimana Menanam durian Unggul, Atau mengganti Durian G enak dengan durian enak/.. TEknologinyA????
1. diajarkan bagaimana grafting
2. diajarkan bagaimana Top working
dan semua berJALAN bro.. udah ada ahlinya /// petani dah pada bisa...  namun demikian kerjasama dalam hal pendidikan terhadap semua petani masih belum 100%.. masih banyak yang g tau, gak peduli..000000.. melalui kelompok tani an para pedagang besar durian petani pemilik pohon durian di edukasi... khusus pada top working petani perlu bersabar'' maksudnya.. Top working durian ialah cara mempersingkat umur tanaman agar lekas berbuah dengan memotong batang utama tanaman durian yang berdiametr 2-30 cm.. lantas di sisipkan tunas pada kambium durian.. dalam 3-4 tahun sudah berbuah, namun tetap saja meski cepat petani agak enggan memotong durian yang sudah mengahsilkan milik mereka sehingga perlu ada pengantian pohon yang di top working...

DRC dengan P2SEM ngantang dalam kerjanyata mengembangkan durian lokal unggul  nasional


Petani pemilik durian pak jono paham bagaiman beratnya perjuangan agar kelak ia mampu menghasikan buah durian berkualitas
tentu ada peran kelembagaan yang sangat dinanti untuk mengedukasi hal tersebut... sekiranya petani mau agar secar sukarela menganti tanaman durian yang kurang berkualitas dengan durian yang lebih berkualitas..' Kl pake dwit kampus terus ya gak bisa juga!! iku juga ada dana mahasiswa soalnya, harus ada alternatif sumber dana penggantian pohon durian jika di top working apa dari pemerintah atau dana pengabdian masyarakat dari dikti; ujar Prof Sumeru dekan FP-UB..Semoga ada jalan.. niatnya baik.. heee... ini lg coba dana dikti lewat pengabdian masyarakat 50 jt lumayan at SImlitabmas... semoga berutung tahun 2014 bisa enak semua durian di ngantang dan kasembon...

Rabu, 27 Maret 2013

DURIAN... JURING 7

Durian Juring 7
Itung2 jumlah juring...

Di tengah buah ada durian lg!!!
Durian dengan juring 5 biasa.. juring 6.. emmm.. 7 Waaahhh.. unik.. krna jarang-jarang disa ditemui durian dengan juring tujuh.. artinya ada enam ruang dimana kesemuanya terisi durian .. hooo..  rasanya... manis legit agak pait...lumayan... ukuran buah ini 1,5-2 kg.. bulat dan memiliki daging buah berwarna putih pucat.. lembut cream..ketebaan daging 0.5-1 cm...dengan ciri khas ada durian kecil dlm buah (tengah juring). setiap tahun berbuah meski hanya sekali.. panen pada bulan 1-2... ownernya pak Muklas dr Kasembon salah satu petani pemilik durian Gipat..

Selasa, 26 Maret 2013

Pemanjat dan pengikat buah durian..

Bergelantungan menantang maut pengikat buah durian
Lihat apa yang dilakukan oleh para penantang maut pada gambar (atas) demi menjaga durian agar tidak rusak saat jatuh, durian harus di ikat kemudian setelah masak di sulur dari atas. Tak terbayangkan apa yang dilakukan sebuat saja mz tono ini melakukan kegiatan yang sangat berbahaya mengingat ketinggian pohon dan durian yang letaknya jauh dari batang utama..
Pohon besar lebih dari 50m
 ketinggian pohon durian yang dipanjatnya mencapai lebih dari 50m dengan tinggi menjulang tak terbayangkan apabila salah melangkah... nampak sebuah cabang yang patah akibat batang terlalu banyak durian sehingga tidak kuat menahan buah durian tersebut.
Dalam satu cabang terdapat lebih dari 20 durian sehingga cabang tidak kuat menyangga

 Sayang... puluhan buah durian berserakan karena cabang patah.. perlu teknih penyanggan agar durian tetap kuat menahan buah yang begitu lebat namaun ukuran tinggi pohon durian yang menjulang menyulitkan perawatanya, alhasil berserakan...
Pohon durian dengan buah yang lebat patah pada bagian cabang tengah

Senin, 25 Maret 2013

DARI MALANG SAMPAI KE BULAN...(Di Mabok Durian) Kab. Malang Yang Kaya Akan Sumberdaya Hayati

Beraneka bentuk buah durian dari bulat oval sampai tak beraturan
Buah ini memang mahal bahkan cenderung eksklusif.. kita kenal dengan raja buah ; bagi sebagian besar orang..< krn ada Sebagian dr kita Anti bau apalagi sampai memakanya>. Durian di Wilayah Malang khususnya di kec. Nagantang dan Kasembon nampaknya mengingatkan sebuah lirik lagu band D'Kross' dari malang sampai ke bulan.. serasa melayang kiata menikmati rasanya..."LIYER-LIYER ngantuk Padahal dah MaboK duRen... Berbagai nama diberikan untuk durian tertentu hasil observasi yang layak dikembangkan... sebutsaja Mahohara, Gipat, Jingga (meski pohon induk mati), Unyil, Tarum, Klentingkuning, Kawi, 500, Susu, Sepanjang musim, Arab, Ori, yang masing-masingnya memilki karakteristik rasa dan pohon yang berbeda...
Pohon durian milik pak Jono Di ngantang Berbuah hingga ribuan setiap tahunnya
Pohon-pohon inilah yang akan menjadi sumber penghilang dahaga rasa durian di kala haus melanda para maniak durian.. bayangkan jika pohon itu tak mau berbuah..""" IMPOR lg.. belum kl Dimaikan sama Importir;; Kartel etc.. kya Bawang putih nich di bulan Maret '13 ini.. melonjak bro..hampir 500% ..Bisa Jadi kl Durian harga Rp 30.000,- bs jd 300.000,, haaaa LEBAY.. tp Mungkin gk yaa???... :D

kita sebagi pecinta durian tentu tidak ikhlas kl buah ini dipermaikan oleh Oknum2 yg gk bertanggungjawab.. namun demikian tugas kita adalah melestarikan apa yang sudah diberikan oleh-Nya...

ICIP..2 DURIAN LOKAL KUALITAS NASIONAL" KASEMBON - NGANTANG

Pak amat (membawa durian) dengan bersemangat mengenalkan durian baru hasil observasinya di wilayah BonTang, "kasembon ngantang kab. malang" kepada kami salah satu diantaranya Dr. Lutfi Bansir, SP,. MP. (tengah) yang merupakan salah satu pemerhati hortikultura dan peneliti durian lokal di Indonesia. Dibukanya satu persatu durian hasil observasinya... kamipu mulai mengambil satu persatu durian untuk dinikmati.. " Ini durian TARUM pak lutfi!! Ujar Pak Amat,,. Rasanya masih stabil pak Amat?? sahut pak Lutfi menanyakan apakah durian yang pernah di rasakannya setahun yang lalu masih stabil kualitasnya  ... di santapnya durian Tarum yang telah kami ambil dan tanpa pikir panjang, next sepontan suara ''''''emmmmmmmmmmmmmm... terdengar dari dari ruangan tempat kami menyantap durian...
 Wajah tegang dengan ekspresi sedikit terkejut rasa durian yang begitu "Nendang durian yang dibuka oleh pak Amat dan Pak Jono mengenalkan durian hasil eksplorasinya kepada kami>
Pak jono dengan andalannya durian unyil, ketan, duduk dan sujo membawa sampel kepada kami durian Ngramban "kec. Ngantang yang tidak kalah dari wilayah lain... " Kalau ada kontes pas bulan2 ngene d Malang mz.. q Budal... " Ujar pak Jono dengan percaya diri memaparkan kualitas durian yang dimilikinya..
Pak Jono dengan durian yang di bawanya dari kebun " belum bernama"

 Pak Lutfi kembali menikmati durian yang dulu pernah dirasakanya dengan segelas kopi robusta asli dr tanaman dan olahan Istri pak Amat....
Durian yang belum bernama; rasa kategori standart penilaian 2 oleh pak Lutfi dr sekala 4 " Montok dan menang pada aspek keTebalan saja...
 Rasa harus dipertimbangkan.. aspek ini yang utama baru yang lain-lain.. banyak durian unggul lokal yang sudah menjadi unggul nasional dengan rasa yang menurut sya kurang bahkan kategori 1 dari sekala 4... ini karena kita kadang kurang refrensi durian, kita kurang memperbandingkan... Kritik pak Lutfi terhadap penilai durian yang standart bakunya hanya berdasar teori.. Durian enak iya tapi apakah layak di kembangkan.? pelu kita kaji lagi..!. lanjunya memberi arahan kepada kami* Kami di tekankan pada aspek rasa sebagai unsur prioritas ...  di ualngnya; Ini lho durian enak..!! Ini lho durian enak...!! masyarakat perlu di ajarkan bagaiman merasakan durian enak dan tahu rasa durian enak sebenarnya.. !!meski relatif " tapi perlu di sampikan...
Kerut durian dan kilaunya saat di buka menandakan kelembutan dan indikasi rasa yang  "NendanG"
Beberapa durian dari pohon yang berbeda menunjukan biodeversitas yang begitu tinggi di wilayah kasembon-ngantang.. Dari beberapa durian yang kami buka ada durian dengen rasa yang Pahit nya lebih dari yang lain " 40% pahit 60% manis... waaahhhahha sedikit tertawa ... Keras betul ujar pak lutfi... Votka pak ya..(salah satu merk minuman keras). sahut pak Jono pemilik durian yang memang rasanya keras ("penulis merasakan sendiri )....
Waktu menunjukan pukul 23.45 wib.. Kala itu cuaca cerah.. kami berangkat dari malang sekitas\r pukul 17.45 dan ya... mampir2 dlu.. ke Nurseri di wagir Malang, kemudian Perbaiki laptop pak lutfi yang batrainya sdh mulai drop di Plaza Dieng.. dan kami menikmati makan malam di pujasera dekat alun-alun batu... efektif kami menuju Ngantang rumah pak amat pukul 21.30 dan sampai sekitar 10.13...

Dan hampir 3 jam kami perbincangkan durian juga selama di dalam perjalanan " TERMASUK masa depan DRC FP UB.. (Durian Research Centre).. sepeninggal Pak Lutfi dan Syaiful and the Gank...
Rasa lelah dan tegang selama di perjalanan dan hari kemarin (karena dah pukul 00.27) hilang dan digantikan rasa puas menyantap hampir 15 butir durian dari pohon yang berbeda dan merupakan hasil observasi mandiri para petani durian di Ngantang dan Kasembon yang dikomando pak Amat...Oh iya.. ini da CP pak Amat sapa tahu penasarn dengan kualitas durian pak amat dan pak jono... +6281335827065/+6285232548413..kl pengen langsung bs datang ke rumah.. di Ngantang.. tepatnya di desa sumberagung.. disana bisa pesen bibit durian lokal " kl masih ada y.. coz laris keras..." jgn lupa bro you bisa liat update nya atao kesaksian Seberapa baik kualitas durian unyil pak Jono d Trusbus edisi Maret 2013..hal 115..ato d edisi sebelum2nya..

Minggu, 24 Februari 2013

Kontes Durian " Mana Yang Terbaik Di Ngantang" dan Ada Kejutan Si Kuda Hitam Jawaranya...

Ini JAWARANYA!!!!
Pesta durian setelah selesai penjurian
Lutfi bansir (tengah) memegang durian merah
asal banyuwangi sedang bersama para petani 

Masing-masing durian memiliki keunikan dan kekhasan rasa
namun jawaranya tetap 1
Kontes Durian kecil-kecilan diadakan di Rumah Petani Pengembang durian lokal bapak Amat, Sabtu malam tgl 23 Februari 2013 di kec. Ngantang.. Bersama para petani durian dan Pecinta / Maniak durian beberapa durian baru pun di konteskan untuk mengetahui durian lokal mana yang layak dikembangkan para petani BONTANG.. {kasembon-ngantang kab. Malang}.. Durian Masih baru mas.. belum ada namanya" saya bawa 23 durian dari 13 pohon yang berbeda..." ujar JONO petani asal ngantang.. dan juripun datang pukul 19.10 wib.. dengan segera ditampilkanya dan di belah durian oleh para petani pemilik durian... dan satu persatu juri dan kami mencicipi sekaligus secara singkat kami di ajarkan merasakan dan menilai durian dari berbagai aspek... sehingga durian layak dikembangkan, Liat durian dengan kerut pada daging buah'' dan rasakan ini durian dengan kadar pati yang tinggi, kalau yang ini durian sudah nginap'' tutur sang juri Bapak Lutfi Bansir (salah satu pakar durian : kiprahnya bersama Durian Research Centre FP UB berhasil mengangkat durian Jingga yang sangat digemari SBY karena rasanya excelent.. sayangnya oleh dinas terkait sampai saat ini belum dilepas sebagai durian unggul nasional) 

TOP WORKING METODE PRAKTIS '' menyulap" KUALITAS DURIAN



Sistem perbanyakan melalui Top Working, sama dengan penyambungan pada bibit muda yang biasa dilakukan. Hal yang membedakan adalah pada kondisi batang bawahnya sudah berwujud pohon yang besar dengan diameter 2,5-30 cm. Sedangkan pada penyambungan bibit muda atasnya berdiameter 0,5-1,0 cm. Ada dua metode Top Working, yaitu dengan cara Sambung Kulit (bark grafting) dan Sambung Celah (cleft grafting). Cara sambung kulit digunakan untuk pohon yang kulit batangnya mudah dikelupas, sedangkan cara sambung celah digunakan untuk pohon yang terlalu tua dan kulit batangnya susah dikelupas. Perbanyakan melalui teknik Top Working ini dilakukan dengan memanfaatkan batang atas yang memiliki sifat unggul. Kondisi demikian sangat diperlukan untuk menghasilkan buah durian berkualitas.
Teknik Top Working mempunyai keuntungan mampu mengganti varietas suatu tanaman dengan varietas lain yang dikehendaki tanpa harus membongkar/mematikan tanaman. Disamping itu, juga mempercepat pertumbuhan tanaman dan mempersingkat masa juvenile tanaman. Tanaman akan berproduksi antara 2 hingga 3 tahun setelah Top Working. 
Hasil Top working
Proses sambung pucuk durian

Selasa, 19 Februari 2013

Lokakarya Penampingan Dosen Untuk Kompetesi Mahasiwa Dalam Penulisan Artikel Ilmiah Yang Layak Publish dan Jaminan Mutu Pelaksanaan Praktikum Malang, 12 dan 13Februari 2012




Kegiatan Lokakarya penampingan dosen untuk kompetesi mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah yang layak publish dan jaminan mutu pelaksanaan praktikum yang diselengarakan oleh Jurusan Budidaya Pertanian dibuka secara langsung oleh Ketua Jurusan Budidaya Pertanian ibu Dr. Ir. Nurul Ani, MS. Pada hari pertama ketua jurusan dalam sambutanya menyampikan bahwa tujuan dari diselengarakanya lokakarya ini ialah untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melaksanakan pendampingan terhadap mahasiswa dalam menyusun artikel hingga nantinya artikel tersebut layak di pulish dengan dengan standart yang telah ditetapkan. Output acara tersebut berupa standart operasional prosedur dalam penulisan dan publikasi artikel di jurnal Plantropica yang merupakan jurnal imiah ilmu pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budididaya Pertanian. Selanjutnya pada inti kegiatan disampikan materi oleh 3 narasumber yang dilaksanakan secara terpisah, materi pertama oleh Prof. Dr. Ir. Eko widaryanto MS yang menyampikan Standart Operasional Prosedur Publiksasi di Jurnal Plantropica dimana beliau sebagi Ketua editor, dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Kuswanto, MS, yang menyampikan materi “Kiat Penulisan Ilmiah” sehingga layak terbit, dengan pengalaman beliau sebagai Ketua editor Agrivita beliau memaparkan pengalamannya dalam melaksanakan penulisan ilmiah sehingga layak terbit dalam jurnal berstandart internasional. Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Ir. S.M. Sitompul, PhD. Secara gamblang pada materi dengan judul “Filosofi Penulisan Ilmiah” beliau mengajak semua fihak untuk lebih percaya diri dalam menulis dan menyampaikan tulisannya kepada orang lain, karena hakikatnya Manusia tidak luput dari kesalahan dan jika kemudian mau memperbaiki kesalahan tersebut maka berkembanglah pemikiran manusia tersebut, beliau mnyampikan bahwa seorang penulis yang sangat baik sekalipun dalam publikasi internasionalnya pernah salah namun cepat untuk memperbakinya.  Beliau juga mengajak untuk memulai menulis “jangan ragu-ragu mulailah menulis karena menulis juga perlu latihan” beliau juga menyampikan trik dan tips dalam menulis artikel yan layak publis seperti mulailah dengan membandingan tulisan yang kita buat dengan tulisan yang sudah standart untuk digunakan sebagai acuan atau bahan perbandingan. Di akhir hari pertama yang dihadiri oleh seluruh dosen Jurusan Budidaya Pertanian dan Wakil Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian dirumuskan bahwa Jurusan Budidaya Pertanian perlu memperbaiki mekanisme Publikasi di jurnal Plantropica dan kemudian mengakomodir hasil karya mahasiswa melalui Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian sebagai syarat kelulusan dengan standart yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pada hari kedua dilakukan penyusunan Manual Prosedur dan Instruksi kerja dalam pelaksanaan praktikum, mewakili mata praktikum Laboratorium Sumberdaya Lingkungan yang digunakan sebagai percontohan Ialah, Mata Praktikum Ekologi Pertanian, Dasar Budidaya Tanaman, Teknologi Produksi Tanaman, kemudian Mata Praktikum Laboratorium pemuliaan tanaman yang digunakan sebagai percontohan ialah Pemulian Tanaman, Genetika dan Rancangan Percobaan yang selanjutnya yaitu Mata Praktikum yang di ampu laboratorium Fisiologi Tumbuhan meliputi Fisiologi Tumbuhan, Botani, Biokimia tanaman. Semua hasil diskusi tersebut akan menghasilkan sebuah Manual Prosedur dan Instruksi Kerja yang dijadikan Standart Pelayaan Praktikum di Jurusan Budidaya Pertanian